Pendidikan Agama Islam Generasi Muda Dan Jalan Dakwah Bagi Para Orang Tua

Fijrul Ilahi

2019340101691

Pendidikan Agama Islam

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Paciran

  1. Pendahuluan

Pendidikan merupakan upaya yang dilakukan oleh setiap individu untuk mendapatkan pengetahuan, baik itu terkait dengan etika maupun pengetahuan secara umum. Nur Kholis (2013), dalam jurnalnya yang berjudul “Pendidikan Dalam Upaya Memajukan Teknologi”, bahwa pendidikan mempunyai pengertian proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses perbuatan, cara mendidik.

Pendidikan menjadi kunci utama pembangunan sumber daya manusia yang kompeten bagi bangsa (Subhan Adi Santoso, 2016, p.53). Oleh karena itu, pendidikan menjadi prioritas utama bagi setiap individu yang mau atau ingin menjadi pribadi yang baik. Ditambah lagi, Islam memandang bahwa pendidikan merupakan suatu hal sangat penting yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Sebab itulah dalam Ensiklopedi Hadits, baginda Nabi ﷺ bersabda:

“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim” (H.R. Ibnu Majah no. 220).

Begitu pentingnya Ilmu sehingga nabi sendiri menyataka bahwasanya menuntut ilmu atau dalam konteks ini mencari pendidikan merupakan suatu kewajiban bagi setiap mereka yang mengaku dirinya beragama Islam (Muslim).  

Memang tidak dapat dipungkiri lagi jika pada zaman yang serba modern dan dengan pesatnya perkembangan tekhnologi hari ini, membawa dampak yang sangat signifikan terhadap perkembangan pendidikan generasi muda. Dampak positif dan negatif tidak dapat dilepaskan dari pengaruh pesatnya perkembangan tekhnologi ini. Sehingga perlu kiranya peran orang tua untuk terus menjadi pengawal, juga benteng bagi anak-anaknya agar tidak terkena dampak negatif dari derasnya arus perkembangan tekhnologi.

Bagi para orang tua yang sadar, mereka akan paham bahwa pendidikan pertama anak adalah orang tua. Pendidikan anak yang pertama dan paling utama dalam Islam adalah pendidikan dalam keluarga yang berperspektif Islam (Mafatihatut Taubah, 2015, p.109). Dengan demikian, peran orang tua dalam pendidikan anak mengambil peran yang sangatlah penting. Dengan pendidikan yang baik dari para orang tua, maka akan terwujudnya generasi muda yang berpendidikan pula.

  • Kajian Pustaka
  • Pendidikan Agama Generasi Muda

Pendidikan Agama merupakan upaya bagi setiap individu untuk meendapatkan pengetahuan tentang nilai-nilai agama. Yang dalam konteks ini adalah agama Islam. Pendidikan dalam perspektif Islam ialah pendidikan yang didasarkan pada tuntutan agama Islam yang diterapkan dalam keluarga yang dimaksudkan untuk membentuk anak agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlaq mulia, yang mencakup etika, moral, budi pekerti, spiritual atau pemahaman dan pengalaman nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari (Mafatihatut Taubah, 2015, p.109).

Anak merupakan generasi muda yang akan melanjutkan perjuangan, baik itu dalam agama maupun bangsa dan negara di masa yang akan datang. Anak dan masa depan merupakan suatu kesatuan yang dapat diwujudkan untuk membentuk suatu generasi yang dibutuhkan oleh bangsa terutama bangsa yang sedang membangun (Mafatihatut Taubah 2015, p.110). Sehingga perlu kiranya bagi para orang tua untuk memberikan perhatian yang lebih terhadap pendidikan anak dengan menekankan nilai-nilai agama Islam.

  • Jalan Dakwah Orang Tua 

Orang tua menjadi salah satu tokoh sentral dalam mengemban tanggung jawab pendidikan agama Islam pada anak. Orang tua menjadi jalan dakwah pertama bagi para generasi muda untuk mengenal Islam. Tanpa kehadiran orang tua yang sadar betapa pentingnya pendidikan agama Islam dan nilai-nilai Islam, maka generasi muda dikemudian hari akan kehilangan nilai-nilai yang terkandung dalam agama Islam, bahkan seperti yang sudah terjadi hari ini, bahwa para generasi muda hari ini banyak yang  menganggap agama Islam yang mereka ikuti hanyalah agama warisan dari bapak dan ibu mereka yang belum tentu kebenarannya. Na’udzubillah.  

Bagaimanapun, pendidikan anak yang pertama dan paling utama dalam Islam ialah pendidikan dalam keluarga yang berperspektif Islam (Mafatihatut Taubah, 2015:111). Allah sendiri berfirman dalam Al-Qur’an Surat At Tahrim ayat 6 yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.  

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyatakan, bahwa mujahid mengatakan maksud dari “Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka” ialah Bertakwalah kepada Allah dan berpesanlah kepada keluarga kalian untuk bertakwa kepada Allah.

Dalam sebuah hadits yang diriwayat Imam Bukhari, Nabi ﷺ bersabda:

مامن مولود إلا يولد على الفطرة فأبواه يهودابه أوْ ينصرانه أو يمجسانه (رواه البخار)

“Tidak ada seorang anakpun yang terlahir kecuali dia dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi.

Hadits menunjukkan bahwasanya, orang tualah yang akan menentukan menjadi apa dan siapakah anaknya nanti. Dari kajian literatur diketahui bahwa lingkungan keluarga menjadi tempat yang utama seorang anak memperoleh pendidikan (M. Syahran Jailani, 2014:245).

Bagaimana kemudian orang tua menjadikan generasi muda sekarang menjadi generasi yang mengenal Islam, mengenal Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai pedoman hidup bagi mereka. Dengan selalu melibatkan Allah dalam segala urusannya, InsyaAllah kerja dakwah ini tidak akan sia-sia, artinya pastilah dakwah ini akan berhasil.

  • Studi Sebelumnya

Kajian terkait dengan permasalahan pendidikan sudah sangat banyak sekali ditulis, diantaranya adalah:

Jurnal Subhan Adi Santoso (2016) dengan judul “Problematika Pembelajran Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 13 Kota Malang”. Yang mengupas tentang problematika atau masalah-masalah yang dialami oleh pendidik ketika mengajrkan agama Islam di sekolah tersebut.

Mufatihatut Taubah (2015) juga menulis jurnal pendidikan dengan judul “Pendidikan Anak Dalam Keluarga Perspektif Islam”. Juga memberikan gambaran bagaimana pengaruh dari keluarga Islam terhadap perkembangan pendidikan anak. Penulis juga menjelaskan tentang seberapa penting peran orang tua bagi pendidikan anak.

Dalam jurnal yang lain M. Syahran Jailani (2014) juga menulis jurnal dengan judul “Teori Pendidikan Keluarga dan Tanggung Jawab Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini” yang juga menjelaskan tentang tanggung jawab orang tua dalam pendidikan anak usia dini.   

  • Kesimpulan

Pendidikan agama Islam dipandang sangat penting bagi kehidupan seorang insan atau manusia yang mengaku dirinya muslim. Pendidikan agama Islam dapat menjadikan seseorang menjadi pribadi yang baik dalam moral, etika dan spiritual. Islam mengajarkan bahwa pendidikan merupakan suatu kewajiban bagi setiap mereka yang mengaku muslim. Ditambah lagi, dalam Islam juga memberikan panduan terhadap orang tua untuk mendidik anaknya dengan baik.

Peran orang tua tidak dapat dilepaskan dari baik atau tidaknya pendidikan agama seorang anak. Dalam sebuah hadits sudah dijelaskan bahwa orang tualah yang dapat menuntun anaknya untuk dapat belajar menjadi pribadi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah.   

  • Daftar Pustaka

Ibnu Katsir, 2005. Lubaabut Tafsir min Ibnu Katsir Jilid 8, Bogor.

Subhan Adi Santoso, 2016. Problematika Pembelajaran Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 13 Kota Malang, STIT Muhammadiyah Paciran, Lamongan. http://journal.stitmupaciran.ac.id/ojs  

Nur Kholis, 2013. Pendidikan dalam Upaya Memajukan Teknologi, IAIN Purwokerto, Purwokerto. www.ejournal.iainpurwokerto.ac.id

Mufatihatut Taubah, 2015. Pendidikan Anak Dalam Keluarga Perspektif Islam, . http://www.researchgate.net/publication   

M. Syahran Jailani, 2014. Teori Pendidikan Keluarga dan Tanggung Jawab Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini, IAIN Sulthan Thaha Saifuddin, Jambi. www.journal.walisongo.ac.id

Ensiklopedi Hadits, Google Play Store.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Sekretariat

Jalan Pondok RT.04 RW.05 Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, Indonesia, 62264

Jam Buka :
07.00-12.30 & 14.00-18.00 WIB
Hubungi Kami : 0812 3057 368
Email : modernpaciran@gmail.com

Official Sosial Media :

@modernpaciran

© 2019 Humas Pondok Modern Muhammadiyah Paciran